KOPERASI PRODUKSI DI SWEDIA

KOPERASI PRODUKSI DI SWEDIA

Dampak Pertumbuhan Koperasi Eropa

 

Secara ringkas, lembaga koperasi di Eropa pada masa abad ke-18 dan 19, dengan segala kekurangan dan kelebihannya, terbukti telah cukup mampu memainkan peran besarnya untuk mendorong petani, pengrajin, pedagang kecil dan kaum buruh serta pekerja kecil lainnya untuk dapat bertahan hidup dan berusaha di masa-masa sulit di tengah himpitan tekanan dampak reformasi pertanian, revolusi industri dan politik ekonomi liberal. Walau koperasi yang ada berbeda-beda dalam skala dan ukurannya, namun tujuan dasar idiologinya mempunyai watak yang sama. Di Eropa pada masa-masa itu, koperasi telah dipandang sebagai senjata umum yang ampuh untuk memerangi kemiskinan.

Tidak hanya itu, api dan semangat berkoperasi ternyata kemudian juga telah menerobos ke luar jauh dari benua Eropa dan diterima oleh masyarakat dari belahan bumi lain di hampir seluruh pelosok penjuru dunia.

Bahkan menjadi opsi yang dianggap mampu menjawab fenomena ekonomi sosial yang tengah berkecamuk saat itu. Meskipun demikian ada juga yang sinis, utamanya kaum kapitalis, yang sering menyebut koperasi sebagai ” kinder der not “, (anak yang lahir dari kesengsaraan), begitulah kira-kira.

 

Swedia

Negara-negara di Skandinavia seperti Denmark dan Swedia, yang mana sistem perekonomian mereka biasa disebut sistem ekonomi “kapitalis rakyat” atau sistem “sosialis Skandinavia” telah berhasil menjadikan koperasi sebagai dasar perekonomiannya. Di Swedia, koperasi pertanian mendominasi kegiatan pasar-pasar swalayan besar dimana para petani langsung menjual produk-produk pertanian langsung ke konsumen (Pestoff, 1991)

Koperasi di Swedia agak unik. Usaha koperasi semula didirikan untuk memerangi kekuatan monopoli. Oleh karenanya koperasi di Swedia, lebih mengutamakan penyediaan barang-barang dengan harga murah dan kualitas baik.

Mereka mengakui bahwa dengan berkoperasi akan terhindar dari kaum kapitalis yang menguasai monopoli perdagangan. Mereka umumnya merupakan campuran dari usaha koperasi, swasta dan usaha Negara yang sering disebut sebagai type Middle Way.

Pada tahun 1911, koperasi Swedia berhasil memenangkan persaingan dengan perusahaan margarine terbesar di Swedia. Pada tahun 1926, berhasil lagi memenangkan persaingan dan menghancurkan monopoli tepung terigu swasta besar. Koperasi Swedia di tahun-tahun berikutnya memenangkan persaingan membuat lampu pijar dan sepatu untuk masyarakat Swedia.

Mereka terus berbuat banyak. Mereka mengembangkan pembuatan rninyak nabati, makanan kaleng, kertas, papan,

fiber, pakaian jadi, sarana produksi pertanian, kerarnik, pipa, saluran air   bersih dan sebagainya yang diproduksi oleh lebih dari 90 pabrik rnilik koperasi. Pabrik pengolah susu di Swedia mengolah 94 persen dari jumlah susu yang dikirim ke pabrik-pabrik; hampir 75 persen jumlah hewan potong pemotongannya dilakukan oleh koperasi. Kira-kira dua per tiga gandum yang dihasilkan Swedia, diserahkan pada Koperasi dan dijual oleh koperasi. Penyaluran telur menunjukkan hal yang sarna; Demikian juga di bidang penjualan dan distribusi bahan baku (D.Danoewikarsa, 1977). Toko-toko ritel koperasi menguasai sekitar 20 persen pangsa pasar.

Di samping Anders Orne, salah seorang tokoh koperasi di Swedia yang terkenal akan sikap dan pandangannya yang menentang jika ada koperasi yang dalam melaksanakan kegiatan bisnisnya sangat menggantungkan diri pada bantuan pemerintah. Kalangan koperasi juga mencatat salah seorang pelopor lain yang terkenal di Swedia antara lain adalah Albin Johansen, seorang birokrat, yang salah satu langkah terkenalnya adalah menasionalisasi perusahaan penyulingan minyak

bumi di Swedia. Di Swedia, Undang-undang yang berkaitan dengan perkumpulan koperasi,

pertama kali dikeluarkan pada tahun 1895. Kemudian diamandemen pada tahun 1911, dan diperbaharui lagi pada 1 Juni 1951.

Memang akan menjadi cukup banyak bila disebutkan satu persatu. Karena selain negara-negara sebagaimana telah disebutkan di atas, masih ada Portugis, Spanyol, Polandia, Uzbekistan, Lithuania, Iran, Yugoslavia, Meksiko, Brasilia, Argentina, Venezuela, Colombia, Peru, Chile, Vietnam, Malaysia, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, Cina, Taiwan, Sri Lanka, Laos, Kamboja, Myanmar, Singapura, Pakistan, Bangladesh, FijI dan lain-lain.

Masih banyak lagi yang tercatat telah sangat giat dalam membangkitkan perkoperasian di negerinya masing-masing, atas dasar keyakinan bahwa koperasi memang masih menjadi salah satu alternatif bagi anggota masyarakat untuk memperjuangkan terwujudnya kesejahteraan bersama secara lebih baik.

 

Sumber:www.wikipedia.com

http://www.google.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s