Pembagian Assets dan Liabilities dalam Neraca Bank

  • ASSETS :
  1. RESEVERS
  2. LOAN / KREDIT
  3. SEKURITAS
  4. OTHER ASSETS
  • LIABILITIES  :
  1. DEPOSIT
  2. CAPITAL
  3. SEKURITAS

• Pelaksanaan manajemen likuiditas dalam konsep ini lebih menitikberatkan pada arus dana masuk (cash in) dan arus dana keluar (cash out). Kebijakan penentuan posisi likuiditas bank dibuat berdasarkan posisi neto dari arus dana masuk dan arus dana keluar dalam satu periode pengamatan dengan memperhatikan kecenderungan suku bunga.
Secara garis besar aliran dana (Cash Flow) bank terdiri dari 2 (dua) aliran (flow) dana yaitu:

  1.  Aliran dana berdasarkan Kontrak (Contractual basis), yaitu aliran dana berdasarkan kontrak yang telah disepakati antara bank dengan nasabah, seperti maturity date atau tanggal jatuh tempo.
  2. Aliran dana berdasarkan karakteristik atau kebiasaan nasabah nasabah (Behavior basis), yaitu aliran dana berdasarkan karakter atau kebiasaan nasabah dalam berhubungan dengan bank.

• Penarikan Pinjaman/Hibah Dengan Rekening Khusus (Spesial Account)
Direktur Jenderal Anggaran membuka Rekening Khusus (RK) pada Bank Indonesia atau bank pemerintah lainnya yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan untuk selanjutnya mengajukan permintaan penarikan pertama pinjaman (initial deposit), kepada PPHLN untuk kebutuhan pembiayaan proyek selama periode tertentu atau sejumlah yang sudah ditentukan dalam NPPHLN untuk dibukukan ke dalam RK.


• Legal Reserve Requirement (LRR) adalah ketentuan bagi setiap bank umum untuk menysihkan sebagian dari dana pihak ketiga yang berhasil dihimpunnya dalam bentuk giro wajib minimum berupa rekening giro bank yang bersangkutan pada bank Indonesia.

• RK pada BI minimal 8%
• KUK minimal 20%
• LDR Max = 110%
• Laba = Suku bunga kredit – Suku bunga deposito
• Asset terdiri dari : Kas, Kredit/Loan, Securities, Other Asset
• Liabilities terdiri dari : Deposit ( Tabungan, Giro,Deposito), Securities (obligasi, KLBI), Capital

• Rumus Bunga Kredit :
• % x HB x Nominal/360

• Rumus Bunga Deposit
• % x HB x Nominal/365

• LDR adalah rasio keuangan perusahaan perbankan yang berhubungan dengan aspek likuiditas. LDR adalah suatu pengukuran tradisional yang menunjukkan deposito berjangka, giro, tabungan, dan lain-lain yang digunakan dalam memenuhi permohonan pinjaman (loan requests) nasabahnya. Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat likuiditas. Rasio yang tinggi menunjukkan bahwasuatu bank meminjamkan seluruh dananya (loan-up) atau realtif tidak likuid (illiquid). Sebaliknya rasio yang rendah menunjukkan bank yang likuid dengan kelebihan kapasitas dana yang siap untuk dipinjamkan (Latumaerissa,1999:23).

LDR disebut juga rasio kredit terhadap total dana pihak ketiga yang digunakan untuk mengukur dana pihak ketiga yang disalurkan dalam bentuk kredit.

• Kalau bank kurang 8% tidak boleh ikut kliring/likuid/non likuid

• Besaran dana yang dapat dipinjamkan

L x 100% = maks 110%
D+ capital

Dimana
110                 x 100% = 110%
100 + 110
Krisis di sektor keuangan yang terjadi saat ini telah membawa dampak yang luas, pada pasar surat-surat berharga, pada sektor perbankan dan lebih jauh lagi pada sektor riil.Dengan bangkrutnya beberapa Bank Investasi besar di dunia dan perbankan di negara-negara besar melakukan write down atas aset-aset yang terkena dampak krisis subprime mortgage danturunannya, maka likuiditas di pasar keuangan global menjadi kering dan terganggu.

Dunia perbankan dan keuangan di Indonesia, meskipun tidak memiliki exposure terhadap aset subprimemortgage secara langsung, namun jatuhnya perbankan di negara-negara besar membuat perbankan di Indonesia harus meningkatkan tingkat kehati-hatiannya terkait dengan dampak daririsiko likuiditas tersebut.
Manajemen aset dan liabilities dalam dunia perbankan adalah hal yang utama untuk menjagakelangsungan tersebut. Beberapa tujuan dari manajemen aset dan liabilities adalah untuk mencapai pertumbuhan bank yang wajar, pendapatan yang maksimal, menjaga likuiditas yangmemadai, membentuk cadangan, memelihara dana masyarakat dan memenuhi kebutuhanmasyarakat akan kredit. Berkaitan dengan pencapaian tujuan tersebut, maka manajemen likuiditas di industri perbankan yang menjadi bagian dari manajemen aset dan liabilities adalahhal yang harus dilakukan untuk menjaga tingkat profitabilitas bank dan menjaga kepercayaan masyarakat.

 

  • PENGERTIAN LIKUIDITAS

Secara umum, pengertian likuditas adalah kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dana (cashflow) dengan segera dan dengan biaya yang sesuai, dimana fungsi dari likuditas secara umum untuk:

a. menjalankan transaksi bisnisnya sehari-hari;

b. mengatasi kebutuhan dana yang mendesak;

c. memuaskan permintaan nasabah akan pinjaman dand. memberikan fleksibiltas dalam meraih kesempatan investasi menarik yang menguntungkan.Pengertian likuiditas bank adalah kemampuan bank untuk memenuhi kewajibannya, terutamakewajiban dana jangka pendek. Dari sudut aktiva, likuiditas adalah kemampuan untuk mengubahseluruh aset menjadi bentuk tunai(cash), sedangkan dari sudut pasiva, likuiditas adalah kemampuan bank memenuhi kebutuhan dana melalui peningkatan portofolio liabilitas.

 

  • RISIKO LIKUIDITAS

Bank wajib menyediakan likuiditas tersebut dengan cukup dan mengelolanya dengan baik,karena apabila likuiditas tersebut terlalu kecil maka akan mengganggu kegiatan operasional bank, namun demikian likuiditas juga tidak boleh terlalu besar, karena apabila jumlah likuditasterlalu besar maka akan menurunkan efisiensi bank sehingga berdampak pada rendahnya tingkat profitabilitas. Dalam hal Bank tidak mampu memenuhi kebutuhan dana dengan segera untuk memenuhi kebutuhan transaksi sehari-hari maupun guna memenuhi kebutuhan dana yangmendesak maka muncullah risiko likuditas.

Risiko Likuditas adalah risiko terjadinya kerugian yang merupakan akibat dari adanyakesenjangan antara sumber pendanaan yang pada umumnya berjangka pendek dan aktiva yang pada umumnya berjangka panjang. Besar kecilnya risiko likuditas ditentukan antara lain:
a. Kecermatan dalam perencanaan arus kas atau arus dana berdasarkan prediksi pembiayaan dan prediksi pertumbuhan dana, termasuk mencermati tingkat fluktuasi dana;
b. Ketepatan dalam mengatur struktur dana termasuk kecukupan dana-dana non PLS;
c. Ketersediaan aset yang siap dikonversikan menjadi kas; dan
d. Kemampuan menciptakan akses ke pasar antar bank atau sumber dana lainnya, termasuk fasilitas lender of last resort.Apabila kesenjangan tersebut cukup besar maka akan menurunkan kemampuan Bank untuk memenuhi kewajibannya pada saat jatuh tempo. Oleh karena itu untuk mengantisipasi terjadinyarisiko likuiditas, maka diperlukan manajemen likuiditas, yang mana pengelolaan likuiditas bank juga merupakan bagian dari pengelolaan liabilitas.

Dalam mengantisipasi terjadinya Risiko Likuditas, aktivitas
Manajemen Risiko yang umumnyaditetapkan oleh Bank antara lain adalah:
a.Melaksanakan monitoring secara harian atas besarnya penarikan dana yang dilakukan olehnasabah baik berupa penarikan melalui kliring maupun penarikan tunai.
b.Melaksanakan monitoring secara harian atas semua dana masuk baik melalui incomingtransfer maupun setoran tunai nasabah.
c.Membuat analisa sensitivitas likuiditas Bank terhadap skenario penarikan dana berdasarkan pengalaman masa lalu atas penarikan dana bersih terbesar yang pernah terjadi danmembandingkannya dengan penarikan dana bersih rata-rata saat ini. Dari analisa tersebut dapatdiketahui tingkat ketahanan likuiditas Bank.
d. Selanjutnya Bank menetapkan secondaryreserve untuk menjaga posisi likuiditas Bank, antaralain menempatkan kelebihan dana ke dalam instrumen keuangan yang likuid.
e. Menetapkan kebijakan Cash Holding Limit pada kantor-kantor cabang Bank.
Melaksanakan fungsi ALCO(Asset & Liability Committee) untuk mengatur tingkat bunga dalam usahanya.
f. meningkatkan/menurunkan sumber dana tertentu.

Sumber : http://www.scribd.com/doc/53679633/Manajemen-Likuiditas-Bank-Syariah

http ://google.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s